POSITIONING
Menurut riles and trout , era periklanan dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Masa pokok oriented
Memusatkan ide kreatif pada karakteristik dan fitur produk. Pengembang teori ini adalah Rosser reeves dari biro iklan Ted Bones, kemudian berkembang menjadi USP(Unique Selling Preposition). Istilah era ini dikenal dengan Brand Positioning atau produk Positioning.
2. Masa Image Oriented
Memusatkan ide kreatif pada citra produk di dalam taraf kehidupan masyarakat. Pengembang teori ini adalah David Olgilvy.istilah era dikenal dengan Brand image
3. Masa Positioning Oriented
Pemusatan citra produk dalam benak pikiran masyarakat. Pengembang teori ini adalah Al Ries dan Jack Traub.istilah ini dikenal dengan Positioning Product.
Positioning merupakan penempatan suatu nama/merek produk di benak konsumen sehingga nama tersebut akan selalu diingat oleh konsumen.
Pesan yang selalu hilang dalam benak pikiran konsumen karena banyaknya produk yang telah diciptakan. Setiap produk saling merebut tempat di otak konsumen.
Cara mudah untuk masuk dalam pikiran seseorang adalah dengan menjadi yang pertama (leader)
Cara sulit masuk dalam pikiran konsumen adalah dengan menjadi yang kedua
Jika anda TIDAK dapat menjadi yang PERTAMA dalam kategori tertentu , tentukanlah ide baru yang membuat anda menjadi yang PERTAMA
POSITIONING PEMIMPIN
Ketika pemimpin pasar bukan menjadi yang pertama dalam kalangan baru, maka produk baru biasanya menjadi produk pendampingnya.
Yang membuat pemimpin ada adalah para pengikutnya. Para pemimpin seharusnya tidak mengusir para pesaing dari bisnis. Mereka membutuhkan pesaing untuk menciptakan sebuah kategori.
Dalam ketidakstabilan pasar, ada beberapa kategori panduan mereka yang saling menyusul.
Kekuatan sebuah organisasi berasal dari kekuatan produk.
Pemimpin pasar yang cermat akan segera menutup lahan pemasaran dengan produk. Bahkan menutupnya dengan berbagai macam merk baru untuk menghadapi pesaingnya.
POSITIONING PENGIKUT
Positioning pengikut timbul karena pola pikir kita yang sudah terpola sebelumnya oleh cara-cara yang sudah biasa. Norman Vincent Pale berkonsep, bila sulit berpikir tentang positioning karena tidak pernah berpikir dengan arah yang berlawanan.
Berpikir berlawanan arah dengan arah yang umum, maka kita akan menemukan sebuah celah dalam pikiran konsumen, salah satunya adalah dengan berpikir celah. Harga mahal dengan mempertimbangkan mutu dan cocok untuk produk lama.
Tujuan positioning dengan harga mahal
- Untuk menampilkan posisi harga yang tinggi
- Bercerita tentang produk yang kuat. Harga yang tinggi cocok ditempatkan dalam iklan, bukan pada sebuah toko. Harga tinggi atau rendah lebih menggambarkan produk dan jasa apapun juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar